Rabu, 18 Mei 2016
Mengenal Bisnis MLM
A : Hai apa kabar?
B : Baik
A: Eh, kamu pernah denger belom tentang bisnis MLM ini? Bagus lho..dalam 1 bulan kita bisa punya rumah, moboil....dst.
B: Ga deh, makasih ya.
Mungkin itu sedikit gambaran ketika anda mengajak seseorang untuk ikut bisnis MLM. Dan bisa ditebak jawaban yang didapatkan..ya..orang pasti akan menolak untuk ikut bisnis MLM anda ketika anda "tanpa permisi" menawarkan bisnis MLM. Dan sialnya lagi, ini bukan hanya terjadi pada satu waktu, penolakan ini terjadi setiap anda prospek member.
Dari sini akan timbul "dampak psikologis" baik dari sisi orang anda yang mengajak dan juga orang yang anda ajak. Bagi anda yang mengajak dan terus mendapatkan penolakan, lama - lama akan merasa Saya tidak berbakat prospek orang, Ternyata MLM itu susah, ternyata yang dijanjikan upline saya itu bohong!! Sedangkan dari sisi orang yang anda ajak mereka akan merasa jijik, antipati ketika mendengan kata MLM.
Kita lihat lagi percakapan diatas, apa sih yang salah?? Ya. anda benar, ketika kita bertemu dengan prospek biasakan untuk tidak terlalu agresif dalam mengajak prospek, perlahan tapi pasti, alon - alon waton klakon. Ketika kita bertemu dengan prospek apalagi setelah sekian lama tidak bertemu kita langsung agresif menawarkan tanpa basa basi terlebih dahulu, orang pasti akan muak dan mengatakan tidak!!
Biasakan ketika bertemu dengan prospek, kita harus pintar untuk menyisipkan ajakan dalam isi obrolan kita, sehingga kita tidak terkesan hanya fokus pada tujuan utama kita yaitu menawarkan bisnis MLM apalagi dengan orang yang sudah lama tidak bertemu dan ketika sekali bertemu anda Semangat menawarkan produk, saya jamin ketika kesempatan berikutnya anda ajak orang tersebut untuk ketemuan, 99% teman anda akan menolak ajakan anda!
Dalam perbincangan, Anda bisa menyisipkan sedikit pengalaman anda menggunakan produk MLM anda, dan ketika calon prospek anda terlihat interest...nah ini dia peluang anda untuk menceritakan lebih jauh keunggulan produk MLM anda. Ingat ya...pada kesempatan ini anda hanya menceritakan produk anda belum kearah bisnis MLM anda! ketika calon prospek anda terlihat masih interest, anda boleh sedikit memberikan info mengenai bisnis anda. Cara ini dijamin berhasil! Anda pulang dapat downline dan prospek anda pulang dengan kesan positif terhadapa MLM.
Intinya, orang lebih suka melihat keberhasilan anda dalam menjalankan bisnis MLM dibandingkan dengan konsep bisnis MLM itu sendiri. Yang dimaksud dengan keberhasilan ini adalah keberhasilan anda dalam menggunakan produk (testimoni) atau keberhasilan anda secara sistem (financial).
Mudah - mudah dapat menjadi inspirasi buat anda, kita berjumpa lagi dalam artikel selanjutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

